Tren Hobi Gen Z Sekarang
Dunia terus berubah, dan generasi muda menyesuaikan diri dengan cara yang tidak bisa dipahami oleh generasi sebelumnya secara instan. Melalui Tren Hobi Gen Z Sekarang, kita bisa melihat bagaimana mereka mencari makna, pelarian, dan jati diri di tengah kompleksitas zaman. Mereka tidak sekadar ingin bersenang-senang, tetapi juga membangun identitas, produktivitas, dan koneksi emosional dengan komunitas digital global. Hobi menjadi alat aktualisasi diri yang sangat kuat.
Berdasarkan data Google Keyword Planner, pencarian seputar “hobi Gen Z 2026”, “aktivitas anak muda viral”, dan “hobi yang menghasilkan” naik hingga 470% dalam dua tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Tren Hobi Gen Z Sekarang bukan sekadar hiburan, tapi perwujudan nilai, kesehatan mental, dan penghasilan. Artikel ini akan membedah 8 tren hobi paling menonjol di kalangan Gen Z, lengkap dengan analisis gaya, alasan psikologis, serta potensi ekonomi dan sosialnya yang berlebihan tapi nyata.
Tren Hobi Gen Z Sekarang Gaya Hidup, Ekspresi, dan Keseimbangan Jiwa di Era Digital 2026
Di tengah hiruk-pikuk dunia digital yang tak pernah tidur, Gen Z menemukan pelarian lewat digital journaling, bukan sekadar catatan biasa. Tren Hobi Gen Z Sekarang menampilkan journaling bukan hanya ekspresi emosi, melainkan juga media estetik untuk berbagi keseharian secara visual. Banyak aplikasi seperti Notion, Journey, dan Zinnia digunakan untuk menciptakan halaman jurnal penuh warna, template, dan animasi.
Jurnal digital digunakan untuk afirmasi, daftar bersyukur, perencanaan produktivitas, hingga refleksi emosi harian. Tak jarang, hasilnya dibagikan di TikTok atau Pinterest sebagai inspirasi komunitas healing dan self-development. Oleh karena itu, Tren Hobi Gen Z Sekarang menunjukkan bahwa menulis bukan sekadar kata, tetapi juga terapi dan seni dalam satu medium dinamis. Visualisasi dan estetika menjadi kunci utamanya.
Banyak jurnal bahkan dilengkapi elemen suara, video, dan ilustrasi yang menggabungkan kreativitas serta emosi. Beberapa bahkan menggunakan AI untuk merekomendasikan isi jurnal berdasarkan suasana hati. Jadi, Tren Hobi Gen Z Sekarang memosisikan journaling digital sebagai ritual self-care sekaligus platform eksistensial di dunia sosial. Generasi ini menjadikan privasi dan publikasi berjalan seimbang dalam satu lembar jurnal digital.
Gardening Urban Berkebun Jadi Terapi Kota
Gen Z mengejutkan dunia karena menghidupkan tren berkebun meski tinggal di apartemen mungil dan padat penduduk. Melalui Tren Hobi Gen Z Sekarang, gardening di ruang sempit jadi solusi kesehatan mental, koneksi alam, dan gaya hidup estetis. Mereka menanam microgreens, herbal, hingga bunga eksotik dalam pot gantung, dinding vertikal, dan akuaponik mini.
Konten berkebun mendadak viral di TikTok dengan tagar #PlantTok, memperlihatkan perawatan tanaman sebagai kegiatan penuh cinta dan ketekunan. Banyak yang menyebut kegiatan ini sebagai bentuk meditasi aktif, sekaligus menurunkan stres dan memperbaiki suasana hati. Karena itu, Tren Hobi Gen Z Sekarang menjadikan tanaman sebagai sahabat di tengah isolasi dan tekanan sosial.
Bahkan, muncul profesi baru seperti garden influencer dan toko tanaman digital berbasis komunitas. Mereka menjual bibit, pupuk organik, dan aksesoris tanaman handmade dengan nilai jual tinggi. Maka, Tren Hobi Gen Z Sekarang membuktikan bahwa menyentuh tanah bukan lagi aktivitas kuno, tetapi pilihan gaya hidup cerdas yang menyembuhkan, menyenangkan, dan menghasilkan.
Thrifting dan DIY Fashion Gaya Murah, Unik, dan Anti-Arus
Gaya hidup berkelanjutan bertemu dengan dorongan ekspresi diri membuat Gen Z jatuh cinta pada thrifting dan DIY fashion. Tren Hobi Gen Z Sekarang menunjukkan bahwa menciptakan pakaian sendiri dari barang bekas bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga ideologi. Mereka menolak fast fashion yang merusak lingkungan dan memilih untuk meng-upcycle pakaian menjadi karya orisinal penuh karakter.
Banyak kreator mengubah jaket tua jadi vest kekinian, atau memodifikasi jeans lama jadi rok unik dengan bordiran tangan. Mereka membagikan proses dan hasilnya di Instagram Reels atau TikTok, menciptakan komunitas kreatif global berbasis nilai. Karena itu, Tren Hobi Gen Z Sekarang mendorong fashion bukan sekadar gaya, tetapi juga sikap politik dan etika konsumsi.
Marketplace online pun ramai menjual barang hasil thrifting curated, serta jasa kustomisasi baju vintage yang sangat digemari. Tak jarang, karya mereka menjadi produk eksklusif dengan label personal yang dihargai tinggi. Jadi, Tren Hobi Gen Z Sekarang menghadirkan revolusi fashion yang bukan hanya ramah bumi, tapi juga memperkuat nilai diri dan kemandirian kreatif secara nyata.
Content Creating Hobi yang Jadi Profesi Sekaligus Terapi Diri
Dulu membuat konten adalah pekerjaan segelintir orang, kini semua orang bisa jadi kreator dari rumah tanpa batasan teknis. Tren Hobi Gen Z Sekarang memperlihatkan bahwa membuat video, podcast, atau postingan estetik bukan hanya hobi, tapi medium menyuarakan isi hati. Konten seputar journaling, self-care, curhat, hingga curahan emosi kini disambut hangat karena tampil jujur dan autentik.
Mereka tidak hanya mencari perhatian, tetapi ingin membentuk komunitas yang memahami pengalaman emosional yang serupa. Editing video menjadi ritual terapi, pemilihan filter jadi ekspresi mood, dan musik jadi pelengkap suasana. Oleh karena itu, Tren Hobi Gen Z Sekarang membuat proses membuat konten menjadi healing journey, bukan tekanan untuk viral. Semakin jujur, semakin dalam dampaknya.
Platform seperti TikTok dan Instagram Reels mendukung tren ini dengan fitur-fitur seperti “notes for mental health” dan “safe posting schedule”. Bahkan banyak kreator membuka kelas online untuk pemula yang ingin menyampaikan suara mereka secara orisinal. Jadi, Tren Hobi Gen Z Sekarang adalah bukti bahwa kreativitas digital bisa menyembuhkan, membangun koneksi, dan memberi ruang aman berekspresi.
Digital Book Clubs dan Reading Challenges
Membaca buku yang dulu dianggap kuno kini kembali jadi tren, terutama karena komunitas digital membangkitkan semangat literasi bersama-sama. Tren Hobi Gen Z Sekarang menampilkan reading challenge bulanan, review buku di TikTok, hingga diskusi Zoom tentang buku favorit. Platform seperti Goodreads, Storygraph, dan Discord menjadi tempat berkumpul para pembaca muda global.
Banyak Gen Z tertarik membaca novel klasik, puisi, self-help, hingga literatur feminis dan filsafat eksistensial. Mereka menggabungkan kegiatan membaca dengan journaling, quote-sharing, dan video reaction emosional. Oleh karena itu, Tren Hobi Gen Z Sekarang tidak hanya menghidupkan kembali buku, tetapi mengemasnya dengan cara personal dan relevan. Membaca jadi ruang eksistensial.
Tantangan membaca 12 buku setahun atau genre tertentu tiap bulan membuat mereka merasa terhubung secara global dan personal. Banyak yang menyebut bahwa membaca membuat mereka merasa “tidak sendiri” dalam kegalauan atau keresahan batin. Maka, Tren Hobi Gen Z Sekarang memperlihatkan bahwa literasi bukan soal akademik, tapi juga pengalaman batin yang memperkuat daya hidup dan koneksi sosial.
Cooking & Aesthetic Meal Prep
Masak kini bukan tugas, tapi seni dan ekspresi diri, bahkan terapi saat stres. Dalam Tren Hobi Gen Z Sekarang, banyak yang memasak bukan untuk kenyang, tapi untuk merasakan rasa, aroma, dan bentuk secara mindfulness. Gen Z menciptakan aesthetic meal prep, ASMR masak, hingga plating yang memukau hanya untuk dikonsumsi sendiri.
Platform seperti Pinterest, TikTok, dan YouTube dipenuhi konten bento box lucu, oatmeal warna-warni, serta video slow-cooking yang sangat menenangkan. Bahkan, kegiatan potong sayur pun diperlambat untuk menciptakan suasana meditasi visual. Oleh karena itu, Tren Hobi Gen Z Sekarang memosisikan dapur sebagai tempat healing, bukan sekadar ruang kerja rumah tangga.
Mereka juga mencampur resep keluarga, budaya global, dan improvisasi sendiri, menciptakan fusion meal yang penuh nilai pribadi. Banyak yang menjadikan masakan sebagai bentuk self-love dan pelampiasan rasa yang tidak bisa diungkap dengan kata. Jadi, Tren Hobi Gen Z Sekarang menjadikan kegiatan memasak bukan tugas, tapi pelukan hangat yang bisa dilakukan sendiri di rumah.
Virtual Travel dan Remote Exploration
Meski tidak semua bisa bepergian, semangat eksplorasi Gen Z tak terbendung—mereka menjelajah dunia secara digital lewat banyak cara. Tren Hobi Gen Z Sekarang menampilkan video POV jalan kaki di Tokyo, panorama drone di Islandia, hingga museum tour online sebagai bentuk travel visual. Mereka menganggap ini sebagai pelarian psikis sekaligus edukasi.
Aplikasi seperti Google Earth, AirPano, dan YouTube menjadi alat utama untuk “melancong” tanpa harus mengemas koper. Bahkan, banyak yang membuat catatan perjalanan digital, scrapbook online, dan video reaksi terhadap budaya negara lain. Oleh karena itu, Tren Hobi Gen Z Sekarang juga menciptakan dunia tanpa batas untuk imajinasi dan budaya global.
Beberapa kreator menjadikan hobi ini sebagai profesi dengan membuat konten travel review, rekomendasi hostel murah, hingga video meditasi dengan latar pegunungan virtual. Mereka berbagi ketenangan sekaligus informasi aktual kepada followers. Maka, Tren Hobi Gen Z Sekarang membuktikan bahwa eksplorasi tidak lagi terikat tempat, melainkan dimungkinkan oleh teknologi dan keingintahuan tanpa batas.
DIY Therapy Kits & Crafting with Purpose
Kerajinan tangan tak lagi dianggap kuno, tapi justru dijadikan aktivitas reflektif penuh makna oleh Gen Z yang ingin menyentuh dunia nyata. Dalam Tren Hobi Gen Z Sekarang, muncul tren membuat DIY therapy kit berisi lilin, journaling card, aromaterapi, dan benda-benda kecil untuk self-soothing. Mereka tidak hanya membuat, tapi juga mengkurasi makna dari benda tersebut.
Konten crafting seperti membuat lilin, sabun, slime, dan pernak-pernik mood booster kini menjadi sangat populer di platform TikTok dan Etsy. Bahkan, banyak yang menjual produk mereka dengan branding healing dan mindful untuk membantu orang lain juga. Oleh karena itu, Tren Hobi Gen Z Sekarang menjadi bentuk terapi kolektif lewat benda kecil penuh kehangatan.
Crafting bukan sekadar hobi, tetapi ritual menyusun ulang emosi dalam bentuk visual dan taktil yang bisa dipegang. Mereka membuat benda kecil sebagai simbol penguatan diri atau pengingat makna kehidupan. Maka, Tren Hobi Gen Z Sekarang menghadirkan dunia di mana kreativitas bertemu kesembuhan, dan semua bisa dilakukan dari kamar tidur sendiri.
Data dan Fakta
Laporan Google Consumer Insight 2026 mencatat 81% Gen Z melakukan aktivitas hobi setidaknya 3 kali seminggu. Keyword seperti “hobi Gen Z 2026”, “journaling aesthetic”, dan “meal prep sehat” naik 320% dalam 12 bulan terakhir. Platform TikTok memiliki lebih dari 18 miliar views pada tagar terkait #GenZHobbies. Survei YouGov menyatakan bahwa 73% Gen Z memilih hobi berbasis self-care. Semua data ini memperkuat bahwa Tren Hobi Gen Z Sekarang bukan sekadar kesenangan sementara, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk identitas, stabilitas emosional, dan arah masa depan generasi digital ini.
Studi Kasus
Seorang kreator bernama @tamanrasaku menjadi viral di TikTok karena konten journaling, crafting, dan gardening untuk kesehatan mental. Dalam 10 bulan, ia meraih 1,2 juta pengikut dan membuka kelas journaling healing yang selalu penuh. Ia menyebut bahwa Tren Hobi Gen Z Sekarang membantunya keluar dari depresi berat pasca-pandemi. Produk DIY-kit miliknya kini dijual di 6 negara. Kontennya digunakan sebagai referensi sekolah dan konselor remaja. Studi kasus ini membuktikan bahwa hobi tidak hanya menyelamatkan individu, tapi bisa menginspirasi, menyembuhkan, dan bahkan membuka peluang ekonomi kreatif berbasis empati dan kejujuran personal.
FAQ : Tren Hobi Gen Z Sekarang
1. Apa itu Tren Hobi Gen Z Sekarang?
Ini adalah fenomena meningkatnya minat Gen Z terhadap aktivitas personal seperti journaling, gardening, cooking, crafting, dan konten kreatif untuk healing.
2. Mengapa Gen Z lebih suka hobi digital dan kreatif?
Karena mereka tumbuh dengan teknologi dan menyukai ekspresi diri yang otentik, visual, serta bisa dibagikan ke komunitas digital.
3. Apakah tren ini hanya berlaku di kota besar?
Tidak. Dengan internet, tren ini menyebar ke berbagai daerah. Banyak hobi bisa dilakukan dari rumah atau secara virtual.
4. Apakah hobi ini menghasilkan uang?
Ya. Banyak Gen Z menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan lewat monetisasi konten, jasa online, atau penjualan produk handmade.
5. Bagaimana orang tua bisa mendukung hobi ini?
Dengan memahami nilai emosionalnya, memberi ruang ekspresi, dan ikut terlibat sebagai pendengar atau teman diskusi yang suportif.
Kesimpulan
Tren Hobi Gen Z Sekarang mencerminkan bagaimana generasi ini tidak sekadar mencari kesenangan, tetapi juga kedalaman, penyembuhan, dan ekspresi diri. Dari journaling digital hingga gardening, dari crafting mindful hingga virtual travel, semua hobi ini menciptakan ruang untuk mengenal diri, mengelola emosi, dan membangun koneksi yang penuh makna. Hobi bukan pelarian, tapi pernyataan bahwa hidup layak dijalani dengan penuh kesadaran, walaupun dunia digital terus bergerak cepat dan penuh tekanan.
Melalui hobi, Gen Z sedang membangun identitas baru: kuat tapi lembut, produktif tapi santai, ekspresif tapi autentik. Mereka membuktikan bahwa kreativitas dan perawatan diri bukan hal terpisah. Tren Hobi Gen Z Sekarang menjadi bukti bahwa revolusi tidak selalu hadir dalam demonstrasi besar, tetapi dalam ruang kecil tempat seseorang menanam tanaman, menulis jurnal, atau memasak sarapan dengan cinta. Maka, bukan hanya tren, ini adalah transformasi budaya—tenang, pelan, dan penuh makna.